TempoJambi.com- Lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Walikota (Pilwako) Sungai Penuh kemungkinan besar akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) setelah insiden pembakaran dan perusakan kotak serta surat suara pada Rabu (27/11).
TPS yang berpotensi PSU adalah TPS 2 Renah Kayu Embun (RKE) Kecamatan Kumun Debai, TPS 2 Koto Duo Kecamatan Pesisir Bukit, TPS 1 Koto Limau Manis, TPS 1 Dujung Sakti, dan TPS 1 Pemai Indah di Kecamatan Koto Baru.
Ari Juniarman, pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian dan mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden tersebut.
“Kami tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Setelah itu, kami akan melakukan kajian terhadap lima TPS tersebut,” ujarnya.
Tim dari Bawaslu Provinsi Jambi dan pihak kepolisian telah berada di Kota Sungai Penuh untuk melakukan pengamanan bersama stakeholder lainnya.
“Tim kami sudah di lapangan. Setelah ada hasilnya, tentu akan kami sampaikan,” tambah Ari Juniarman.
Mengenai potensi PSU, Ari menjelaskan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan akan dikaji untuk menentukan apakah terpenuhi unsur untuk PSU atau tidak.
“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melihat apakah memenuhi unsur atau tidak. Dalam beberapa hari ke depan, keputusan akan diambil,” jelasnya.
Sementara itu, pelaku pembakaran kotak suara di Desa Renah Kayu Embun (RKE) telah menyerahkan diri pada Rabu (27/11). Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono, mengungkapkan bahwa pasca pencoblosan, terjadi perusakan di lima TPS di Kota Sungai Penuh.
“Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap perusakan di lima TPS tersebut,” katanya.
Dari lima TPS yang dirusak, ada sekitar 10 orang yang terlibat.
“Dari 10 orang, satu orang telah menyerahkan diri dan sembilan orang lainnya masih dalam upaya penegakan hukum,” ungkap Kapolda.
Kapolda Jambi mengimbau aparat kepolisian untuk menjaga situasi yang kondusif dan aman di Kota Sungai Penuh.
“Pastikan suasana tetap kondusif di Kota Sungai Penuh,” tutupnya.
Insiden pembakaran kotak suara terjadi di TPS 2 Desa Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Jambi, sekitar pukul 15.20 WIB saat akan dilakukan penghitungan surat suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh.
Seorang pria masuk melalui pintu samping TPS dengan membawa bensin dalam kantong plastik, lalu langsung menyiram kotak suara dan membakarnya.
Setelah itu, pria tersebut melarikan diri menggunakan sepeda motor. Selain kejadian di RKE, keributan juga terjadi di TPS 2 Desa Koto Limau Manis, Koto Baru, di mana terlihat surat suara berceceran di lantai dan beberapa orang terlibat adu mulut serta saling dorong.
