TempoJambi.com — Anggota DPR RI dari Dapil Jambi, Rocky Candra, menyampaikan keresahan masyarakat Kabupaten Kerinci terkait dampak negatif pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Merangin.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Komisi XII DPR RI, Rocky menyoroti kerusakan lingkungan dan gangguan kehidupan masyarakat akibat proyek tersebut.

Proyek yang digarap PT Kerinci Merangin Hidro di Desa Muaro Hemat, Kecamatan Batang Merangin, telah menyebabkan berbagai masalah serius. Kerusakan ekosistem sungai dan dampak pada kehidupan warga setempat menjadi perhatian utama.

Menurut Rocky, selain merusak habitat perairan yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan, aktivitas proyek juga mengakibatkan retaknya sejumlah rumah penduduk.

“Saya memohon kepada Pak Menteri dan jajarannya untuk turun langsung ke lapangan. Masyarakat di Batang Merangin sudah sangat resah,” ujar Rocky dalam forum tersebut.

Kerusakan lingkungan yang terjadi, lanjut Rocky, tidak hanya terbatas pada desa sekitar proyek tetapi berdampak hingga ke hilir. Ia mengingatkan bahwa pada awal tahun 2024, Kabupaten Kerinci mengalami banjir terparah sepanjang sejarah.

“Penyebabnya jelas. Di hulu, gunung telah dikeruk oleh aktivitas galian C. Batu-batunya diambil untuk keperluan pembangunan PLTA di hilir,” ungkap Rocky.

Politisi muda yang juga menjabat sebagai Sekjen PP Tidar ini berharap Kementerian Lingkungan Hidup segera mengambil tindakan untuk mengawasi dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

“Kami ingin masyarakat di kampung halaman saya bisa hidup tenang tanpa dihantui kerusakan lingkungan. Saya harap Pak Menteri dapat memberikan perhatian penuh terhadap masalah ini,” tutup Rocky.

Dengan desakan ini, diharapkan langkah konkret dari pemerintah dan perusahaan terkait segera dilakukan demi memulihkan kondisi lingkungan dan menjaga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kerinci.

By admin