TEMPOJAMBI.COM- Pada Jumat sore, 4 Oktober 2024, pagar SMKN 1 Kota Jambi roboh akibat hujan deras dan angin kencang, menewaskan tiga warga yang berada di dekat lokasi.
Korban terdiri dari dua anak kecil dan seorang remaja, yang dilaporkan meninggal di tempat kejadian.
Saksi mata, Leni (27), menceritakan bahwa saat hujan deras, anak-anak, Asiyah dan Arsila, sedang bermain di dekat pagar.
Tragedi di SMK N 1 Jambi: Pagar Sekolah Runtuh, Tiga Nyawa Melayang
“Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh, dan pagar sudah roboh menimpa mereka,” ujarnya dengan wajah terpukul.
Saksi lain, Umar (30), menjelaskan bahwa Hasan Basri Agus (15), salah satu korban, sedang mengendarai sepeda motor saat insiden terjadi.
“Pagar jatuh tepat menimpanya,” katanya. Warga bergegas menolong, tetapi saat mereka berhasil mengangkat puing-puing, ketiga korban sudah tidak bernyawa.
Ketiga korban dilarikan ke RS Raden Mattaher, tetapi tim medis mengonfirmasi mereka telah meninggal akibat cedera parah.
Insiden ini juga merusak sepeda motor milik Hasan, yang terjepit di bawah reruntuhan pagar.
Menurut warga, pagar yang roboh sepanjang 30 meter itu sebelumnya mengalami kerusakan, namun tidak ada perbaikan yang dilakukan.
Leni menambahkan bahwa warga sudah memperingatkan pihak sekolah tentang kondisi pagar yang berbahaya.
“Kami sudah bilang, pagar itu miring, tapi tidak ada tindakan,” katanya kesal.
Pihak Kepolisian, Pj Wali Kota Jambi, dan tim pemadam kebakaran segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Mustari Affandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, menyatakan bahwa laporan diterima melalui aplikasi darurat.
Tim segera memasang garis polisi di lokasi untuk mencegah insiden serupa.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah dan pemerintah mengenai penyebab runtuhnya pagar.
Namun, hujan deras yang melanda Jambi beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.
