TempoJambi.com – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyoroti serius kondisi RSUD Abdul Manap yang dinilainya sangat memprihatinkan. Hal ini ia sampaikan usai melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Menurut Kemas, pendapatan RSUD Abdul Manap hingga pertengahan tahun 2025 baru mencapai Rp10–12 miliar, jauh di bawah target tahunan yang ditetapkan. Padahal, target pendapatan rumah sakit tersebut mencapai Rp40 miliar per tahun.
“Sekitar 50 persen ruang rawat inap tidak bisa difungsikan karena kerusakan parah. AC banyak yang mati, instalasi plambing bermasalah, dan fasilitas lain tidak memenuhi standar pelayanan,” tegas Kemas.
Kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi kerja sama RSUD Abdul Manap dengan BPJS Kesehatan jika tidak segera dibenahi. Ia menilai, perbaikan besar-besaran perlu dilakukan, bukan hanya dari sisi infrastruktur bangunan, tetapi juga sistem pendukung pelayanan.
Kemas menegaskan, perbaikan RSUD Abdul Manap telah masuk sebagai prioritas dalam Perubahan APBD (APBDP) 2025. Ia berharap anggaran dapat dialokasikan untuk memulai renovasi tahun depan, dengan catatan pendapatan daerah mencukupi.
Namun demikian, ia tetap meminta pihak manajemen rumah sakit segera berbenah, terutama dari sisi pelayanan. “Kalau pelayanan tidak ditingkatkan, masyarakat enggan datang berobat, dan pendapatan rumah sakit akan terus turun. Ini soal kepercayaan publik,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Fahmi, membenarkan bahwa RSUD Abdul Manap masih belum mampu membiayai operasionalnya secara mandiri, meski berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Fahmi menjelaskan, rata-rata realisasi pendapatan rumah sakit hanya mencapai Rp30 miliar per tahun. Selisih dari target selalu ditutup menggunakan APBD Kota Jambi. “Untuk operasional, terutama gaji pegawai ASN dan PPPK, masih sangat bergantung pada APBD. Sedangkan investasi peralatan dan pembangunan fisik umumnya dibiayai lewat DAK dari pusat,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memperbaiki kondisi rumah sakit demi pelayanan kesehatan masyarakat Kota Jambi.
Sorotan dari Ketua DPRD ini diharapkan menjadi momentum untuk membenahi RSUD Abdul Manap secara menyeluruh agar tidak terus tertinggal dan mampu memberikan layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.
