TempoJambi.com- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jambi bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XII pada Mei 2025 mendatang di Kota Jambi. Kegiatan ini akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan baru organisasi untuk periode 2025–2028, sekaligus memperkuat kontribusi HIPMI dalam pembangunan ekonomi daerah.
Dengan tema “Sinergi Pengusaha Muda untuk Percepatan Pembangunan Jambi Menuju Indonesia Emas 2045”, Musda XII diharapkan melahirkan pemimpin yang adaptif, visioner, dan mampu membawa HIPMI Jambi lebih progresif di tengah tantangan zaman.
Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee), M. Fachreza, menyampaikan bahwa Musda diawali dengan Kick-Off pada 12 April 2025. Proses pendaftaran calon ketua umum akan berlangsung dalam dua tahap: pengambilan formulir pada 14–18 April (biaya Rp75 juta) dan pengembalian formulir pada 19–23 April (biaya tambahan Rp175 juta), dengan total biaya registrasi sebesar Rp250 juta.
“Verifikasi administrasi calon akan dilakukan pada 24–25 April, lalu penetapan calon ketua umum pada 26 April. Tahapan kampanye dimulai dari 27 April hingga 20 Mei 2025,” ujar Fachreza.
Panitia Musda terdiri dari Steering Committee dan Organizing Committee. Revki Ramadhoni memimpin OC, dengan Bayu Maryadi sebagai Sekretaris dan Andika Yudhistira sebagai Bendahara.
Tim panitia akan memastikan pelaksanaan Musda sesuai dengan aturan organisasi dan prinsip transparansi.
Sekretaris SC, Yoppy Setyantoro, mengatakan bahwa pemaparan visi dan misi para calon akan menjadi bagian penting dari Musda. Forum ini akan memberikan ruang bagi kandidat untuk menyampaikan solusi dan ide-ide segar dalam mendukung kemajuan dunia usaha di Jambi.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jambi saat ini, Diza Aljosha Hazrin, yang juga menjabat Wakil Wali Kota Jambi, berharap Musda XII menghasilkan pemimpin muda yang kuat secara ide dan tindakan.
“Kami ingin melihat sosok pemimpin yang mampu menjawab tantangan ke depan, membangun kolaborasi yang luas, dan memberi dampak nyata bagi pengusaha muda di Jambi,” kata Diza.
Diza juga menegaskan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan dan soliditas organisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
