Peluang peningkatan kuota haji menjadi dua kali lipat pada tahun 2030 semakin mendekat dengan pendekatan Vision 2030 Arab Saudi.
Salah satu fokus utama Vision 2030 adalah peningkatan jumlah jemaah haji secara signifikan, yang berdampak pada kenaikan kuota haji dari negara-negara pengirim, termasuk Indonesia.
Pertemuan antara pimpinan Badan Pelaksanaan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta pada tanggal 17 Januari membahas potensi kenaikan kuota haji secara global.
Ketua Badan Pelaksanaan BPKH, Fadlul Imansyah, menyampaikan bahwa dalam Vision 2030, Arab Saudi menargetkan total 4,5 juta jemaah haji.
“Jumlah ini jauh melampaui kuota haji tahun 2023, yang dilaporkan mencapai 1,8 juta orang, dengan 1,6 juta di antaranya berasal dari luar Saudi,” katanya, Kamis (18/1).
Fadlul menyatakan bahwa Vision 2030 akan berdampak pada peningkatan kuota haji di seluruh negara, termasuk Indonesia.
Dalam kuota haji tahun 2024, Indonesia mendapatkan kuota tetap sebanyak 221 ribu jemaah, dengan tambahan 20 ribu jemaah, sehingga total mencapai 241 ribu jemaah.
Dengan asumsi peningkatan lebih dari dua kali lipat sesuai dengan Vision 2030 Arab Saudi, kuota haji Indonesia di masa mendatang bisa mencapai 450 ribu jemaah atau bahkan setengah juta orang. (*)
