TempoJambi.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak resmi mendeklarasikan komitmen Zero Halinar (bebas Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), sebagai bagian dari transformasi pemasyarakatan yang lebih bersih, transparan, dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung di lapangan utama Lapas dan diikuti seluruh jajaran petugas serta perwakilan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dalam acara yang berlangsung penuh semangat itu, seluruh peserta membacakan ikrar bersama dan menandatangani komitmen integritas untuk menolak segala bentuk penyimpangan.

Kepala Lapas, Muda Husni, menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari langkah nyata reformasi internal.

“Kami ingin Lapas ini menjadi tempat pembinaan yang benar-benar bersih dari praktik ilegal. Tanpa kompromi. Zero Halinar bukan slogan, tapi gerakan bersama,” tegasnya.

Menambah kekuatan komitmen tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) yang baru dilantik, Riko Hamdan, langsung menyuarakan sikap tegasnya dalam menjalankan amanah.

“Saya datang dengan semangat baru dan tekad yang sama: menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Tidak ada tempat untuk pelanggaran. Kita ingin menunjukkan bahwa Lapas bisa menjadi institusi yang dipercaya masyarakat,” ujar Riko dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa seluruh jajaran harus bersinergi untuk membangun budaya pengawasan yang aktif dan kolektif, tidak hanya mengandalkan pimpinan.

Deklarasi ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh unsur Lapas, mulai dari pimpinan, petugas keamanan, hingga perwakilan warga binaan.

Momen tersebut menjadi simbol kuat perlawanan terhadap praktik ilegal dan bentuk nyata dari semangat reformasi pemasyarakatan.

 

Dengan semangat Zero Halinar, Lapas Narkotika Muara Sabak berharap dapat menjadi role model Lapas yang bersih, aman, dan fokus pada pembinaan manusia.

By admin